Pendidikan sering dianggap sebagai instrumen utama dalam proyek pemberdayaan dan mobilitas sosial, tapi dalam realitasnya sistem pendidikan kerap justru memantulkan paradoks. Pendidikan membutuhkan biaya tinggi, tapi tak kunjung mampu menjadi alat efektif untuk meruntuhkan ketimpangan. Sekolah hadir, namun sekadar menjadi simbolik modernitas bukan justru ruang transformatif. Oleh karena itu yang lahir bukan kesadaran, melainkan penyesuaian pada struktur lama yakni penindasan.
Goenawan Mohamad dengan getir mengatakan “Betapa mahalnya ongkos pendidikan sekolah bagi sebuah negara miskin, tapi juga betapa omong kosongnya sistem sekolah itu untuk menghilangkan jurang kemiskinan”. Pernyataan ini tidak sekadar kritik terhadap sistem pendidikan yang stagnan, tetapi sekaligus seruan untuk membongkar ilusi bahwa sekadar menghadirkan sekolah sudah cukup menciptakan keadilan. Tanpa perubahan paradigma yang menyentuh akar ketimpangan sosial, pendidikan hanya menjadi proyek mahal yang jauh dari emansipasi.
Jalan Paseban, RT.006 RW.000 Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
0274 2250097 / +6287834929456
Senin - Jumat
09.00 - 16.00 WIB
office@lbhtentrem.or.id
lbh.tentrem@gmail.com