Meski angin berembus membawa dingin yg membekukan nurani, masih ada yg menjaga hangatnya hati pada di dunia yg mengejek ketulusan dan menjadikan kejujuran sekadar lelucon. Bukan tak mengenal luka, tapi justru pernah tenggelam dalam gelap tanpa pintu, karena mereka tahu bahwa mempertahankan kelembutan adalah cara agar tak ikut menjadi keras. Mereka hadir hanya agar tidak menambah beban pada bahu yg telah terlalu lama memanggul sepi, maka mereka mendengar tanpa menyela dan bertahan untuk memberi tanpa menggenggam. Sebab menjaga kemanusiaan adalah bentuk perlawanan paling sunyi, tapi paling jujur.
Di antara reruntuhan harapan yg nyaris tak bersuara, mereka menjadi tangan kecil yg diam merapikan serpih hari. Bukan untuk membangun keagungan, melainkan agar dunia tetap punya ruang bagi yg masih ingin percaya. Seperti sungai yg terus mengalir meski tak semua daratan menantikannya, kehadiran mereka bukan untuk disambut melainkan agar sesuatu dalam hidupnya tetap hidup dan jika langkah mereka sesekali goyah, itu bukan tanda menyerah melainkan jeda dari perang tg tak pernah usai, perang menjaga sisi rapuh agar tak hilang ditelan kerasnya dunia.
Jalan Paseban, RT.006 RW.000 Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
0274 2250097 / +6287834929456
Senin - Jumat
09.00 - 16.00 WIB
office@lbhtentrem.or.id
lbh.tentrem@gmail.com