Apabila suatu tindakan dilakukan demi memperoleh pengakuan, maka hal tersebut rentan secara etis. Motivasi yg berakar pada kebutuhan akan validasi eksternal, cenderung menggeser orientasi tindakan dari substansi menuju representasi, dari ketulusan menuju pencitraan. Tindakan tidak lagi menjadi cerminan integritas, melainkan respons terhadap tekanan sosial yg bersifat temporer manipulatif. Akibatnya, nilai dari suatu perbuatan diukur bukan berdasarkan prinsip moral tetapi pada seberapa besar respons yg diperoleh dari luar.
Dalam kerangka filsafat, makna terdalam dari sebuah tindakan justru lahir dari kesadaran otonom yakni ketika seseorang bertindak karena keyakinan dan komitmen terhadap nilai yg diyakini, bukan karena sorotan ekspektasi sosial. Tindakan yg lahir dari ruang kejujuran memiliki daya tahan lebih tinggi dan memberi kepenuhan yang tidak tergantung pada pengakuan. Oleh karena itu, refleksi atas motivasi menjadi hal penting, apakah bertindak untuk menunjukkan citra atau mewujudkan nilai. Pada akhirnya, integritas teruji bukan pada pujian tetapi dalam kesunyian ketika tidak ada yang melihat, namun memilih untuk tetap berjalan.
Jalan Paseban, RT.006 RW.000 Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
0274 2250097 / +6287834929456
Senin - Jumat
09.00 - 16.00 WIB
office@lbhtentrem.or.id
lbh.tentrem@gmail.com