Immanuela Kau Yang Tak Benar-Benar Pergi

Kepergian seorang adik bukan sekadar perpisahan, tetapi babak baru yang harus kami terima dengan hati yang setengah lapang. Immanuella, kau bukan hanya sekadar nama di antara kami, kau adalah bagian dari nafas perjuangan yang tak akan hilang meski jarak memisahkan. Hari ini, kami berdiri di tepian waktu, menyaksikanmu berlayar, membawa cahaya yang tak pernah redup dan meski ada sepi yang mengendap di dada, kami tahu langkahmu bukan menjauh, hanya berpindah ke medan yang lebih luas. Maka pergilah dengan keyakinan, adik kami. Sebab jejakmu akan tetap tertanam di sini, di antara doa-doa dan kenangan yang tak akan pudar.

“Ada sesuatu yang tak pernah berakhir meski telah terhenti. Setiap malam aku disadarkan bahwa ujian terbesar Cinta itu bukan kehilangan tapi kerinduan akan kenangan yang takkan pernah terulang” -Dr. Frankenstein

Tapi lihatlah takdir yang tak bisa kami cegah, kau adalah sungai yang harus menemukan lautnya sendiri. Kita telah mencoba menahan waktu, menggenggamnya erat dalam percakapan yang kita harap tak berakhir. Tapi waktu tidak bisa digenggam, hanya bisa dikenang dan mungkin inilah yang paling menyakitkan. Bukan sekadar kepergianmu yang membuat dada kami terasa sesak, tetapi kenyataan bahwa dunia lain akan mengenalmu, akan menemukan betapa terang cahayamu dan kami tak lagi menjadi satu-satunya yang dapat menyaksikan sinarmu.

Malam terakhir sebelum kepergianmu, kau meninggalkan secangkir kopi yang belum habis di sudut meja, seperti tanda bahwa sesuatu darimu masih ingin tinggal. Kami membiarkannya di sana, membiarkan aromanya bercampur dengan kenangan, mengingat tawa kecilmu, langkah tergesa saat kau mengejar waktu dan suara yang begitu sering menenangkan mereka yang nyaris kehilangan harapan. Namun, jika kehilangan adalah harga dari pernah memiliki, maka kami rela membayarnya. Jika perpisahan adalah bukti bahwa kau pernah benar-benar ada di sini, maka kami menerimanya dengan segenap rasa. Pergilah, IMMANUELLA. Bukan sebagai seseorang yang hilang dari kami, tetapi sebagai nyala yang akan terus membakar keadilan di tempat lain. Seseorang seperti kau tak akan pernah benar-benar pergi, hanya berpindah, hanya berubah bentuk dan pada akhirnya, mungkin kita akan bertemu lagi di tempat di mana hukum bukan lagi palu yang mengetuk meja, tetapi suara yang menggaung dari dada mereka yang tak pernah berhenti memperjuangkan kebenaran. Sampai saat itu tiba, kami akan terus menjaga bara yang pernah kau nyalakan di sini. Selamat berlayar, adik kami yang bersahaja. Senja ini milikmu dan di dalamnya, kami masih ada.

UNTUK NAMA YANG TAK AKAN LENYAP, IMMANUELLA.

Yogyakarta, 06 Maret 2025-I’am Frankenstein

Address




Jalan Paseban, RT.006 RW.000 Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
0274 2250097 / +6287834929456
Senin - Jumat
09.00 - 16.00 WIB
office@lbhtentrem.or.id
lbh.tentrem@gmail.com

Social Media
lbh-tentrem facebook lbh-tentrem instagram lbh-tentrem youtube
lbh-tentrem tiktok lbh-tentrem twitter lbh-tentrem linkedin


Icons by Icons8