“Proses berpikir merupakan hal yang kompleks, dan itulah alasan mengapa banyak orang cenderung untuk langsung menghakimi”
-Carl Gustav Jung
Realitasnya adalah proses berpikir yg mendalam & kritis yg seharusnya menjadi inti pencarian pengetahuan, membutuhkan komitmen serta ketekunan yg tinggi. Dalam konteks ini, cenderung manusia memilih jalan pintas dengan menilai / menghakimi sesuatu tanpa melakukan analisis yg menyeluruh. Tindakan itu sering kali mencerminkan dominasi impulsivitas dalam pengambilan keputusan, di mana pemikiran reflektif & evaluasi kritis yg lebih matang sering terabaikan. Pada tingkat ini, kita melihat bagaimana ketergantungan terhadap penilaian sekilas dapat membatasi potensi pemahaman yg lebih luas & mendalam, serta berisiko mempersempit cakrawala pandang kita terhadap realitas yg lebih kompleks.
Filsafat sebagai suatu praktik intelektual, mengajarkan kita untuk secara aktif menantang diri mempertanyakan berbagai asumsi & pemikiran yg sering diterima begitu saja. Filsafat mendorong untuk tidak hanya berhenti pada tingkat permukaan, tetapi juga menggali lebih dalam melalui refleksi kritis terhadap nilai, konsep & prinsip yg mendasari pemikiran. Proses ini bukan hanya sebatas pencarian jawaban, tetapi lebih kepada suatu perjalanan ontologis & epistemologis untuk memperoleh pemahaman yg lebih substansial tentang eksistensi manusia, kehidupan & relasi dengan dunia sekitarnya.
Jalan Paseban, RT.006 RW.000 Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
0274 2250097 / +6287834929456
Senin - Jumat
09.00 - 16.00 WIB
office@lbhtentrem.or.id
lbh.tentrem@gmail.com