Manusia adalah logos kehidupan yang masih tertunda dan sebuah buku yang tidak cukup untuk dibaca hanya dari sampulnya saja. Tapi, dunia ini sering kali terburu-buru menilai sebelum membuka halaman pertama dan gemar menonton kisah cerita fenomenologis tanpa memahami struktur yang lebih dalam. Kesan pertama menjadi vonis dan intuisi moral selalu tenggelam oleh kebisingan prasangka. Padahal, setiap jiwa menyimpan paradoks dari kekuatan dan kelembutan, luka dan penyembuhan, kesalahan dan pembelajaran.
Hanya mereka yang sabar membuka lembaran demi lembaran untuk menemukan bahwa di balik setiap keteguhan ada kerentanan dan di balik setiap sikap ada cinta tak terucap. Dunia lupa bahwa memahami adalah seni yang membutuhkan hati sebesar pikirannya, sebab hanya melalui pemahaman akan mengubah penilaian menjadi penerimaan dan kebencian menjadi kasih sayang. Aku yang berpikir di setiap dentingan waktu yang mengikis adalah batu yang melakukan perlawanan terhadap takdir, ketegasan untuk memberi bukan merugikan dan setiap kata bukanlah senjata untuk melukai tetapi cerminan dari sebuah upaya untuk menunjukkan bahwa “AKU TELAH BERTAHAN” walaupun dunia menghakimi berdasarkan penampilan. Meskipun demikian, aku yakin bahwa keteguhan yang datang dari dalam sebenarnya tidak pernah berteriak. Ia hanya membuktikan jika dirinya berada pada ketenangan yang sulit dipahami, karena dunia ini tidak mengerti akan kisah yang lebih besar dari sekadar penilaian pertama akan tampilan wajah dan “dunia mereka” tidak akan pernah tahu bagaimana kerasnya hidup mengajarkanku untuk bertahan.
“Un buen abrazo calma todo y un apretón de manos”
Jalan Paseban, RT.006 RW.000 Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
0274 2250097 / +6287834929456
Senin - Jumat
09.00 - 16.00 WIB
office@lbhtentrem.or.id
lbh.tentrem@gmail.com