Demi menanti suara kebenaran di balik tirai hukum nan rapuh aku berkata: Di antara jejak tangan yang licin, nampak Advokat yang lupa kian mengkhianati sumpah mulia. Sebuah panggilan luhur berubah jadi debu, pada derap langkah yang tak lagi tahu akan arti luhur. Masihkah ada suara yang belum mati dalam ruang sunyi yang menanti perubahan? Officium Nobile, tak lekang dimakan waktu, Panggilan luhur yang harus terpatri. Meski di luar sana, iya pudar penuh pencemaran di tengah kegamangan yang terlupa, termakan suara palsu bersenandung meracuni lorong pengadilan suci. Hukum bukan tentang kata yang tertulis, tetapi jiwa yang benar hidup dalam setiap tindakan.
Betapa aku merasa terasingkan, seakan langkah yang kutapak adalah sebuah penghianatan. Aku malu hina termakan sikap, namun masih ada jiwa yang memohon. Siapa lagi yang peduli pada mereka, karena dunia tak akan mengenalinya. Keadilan adalah doa yang ku persembahkan, mengalir dibawah permukaan disungai yang kelak bermuara pada samudera kebebasan. Oh, aku akan tetap berdiri. Meski sepi dalam ketidakpastian, aku tahu bahwa segala sesuatu yang mulia takkan pernah benar-benar mati. Bahkan ketika tanah tempat berpijak terasa rapuh dan harapan yang tak tampak adalah kekuatan yang paling hakiki.
I’am Frankenstein
17 Desember 2024
Jalan Paseban, RT.006 RW.000 Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
0274 2250097 / +6287834929456
Senin - Jumat
09.00 - 16.00 WIB
office@lbhtentrem.or.id
lbh.tentrem@gmail.com