Seni dan hukum, dua dunia yang bersisian.
Hanya dapat berdampingan dalam keterbukaan dan keadilan. Seni, sebagai pancaran jiwa yang bebas berkarya, Hukum, penjaga hak yang adil, tanpa mengekang suara. Dalam harmoni keduanya tumbuh bersama, Saling menghargai, saling melindungi tanpa rupa. Seni mengalir, bebas menari di ruangnya, Hukum hadir, menjaga martabat, tanpa sewenang-wenangnya. Hanya dalam kedamaian ini, keduanya bersatu, Seni dan hukum, berjalan beriringan, menjaga kebenaran yang hakiki dan mutu.
“Perjalanan panjang dengan simpangan cerita yang tak terlewatkan, mengiringi tepian sambil menoleh hitamnya bayangan yang juga ikut menempel. Sempat mendapatkan buntu dan aku kembali surut untuk meraba yang Kau petakan. Seiring bisingnya emisi, iringan itu pula yg ku jajaki lagi. Terlebih Terik surya, dingin dan sunyinya angin rintikan hujan, macamnya lekukan aspal, pun terkadang air itu menyiprati lusuh kaki ku, tapi aku juga tetap harus berjalan. Namun arahnya kini mulai berbeda, mungkin Kau masih saja bergurau pada ku. Lantas, kumuh kaki tanpa alas ini ragu lalu bertanya pada rambu: Mengapa Jalan Ini Agak Berbeda? Bisakah aku kembali atau boleh kah aku musahabah, mungkin arah ini bukan untuk ku. Memoriku tak cukup merekam jejak, aku ingin usai sambil menanam bunga aster”
-Dr.Frankenstein
Jalan Paseban, RT.006 RW.000 Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
0274 2250097 / +6287834929456
Senin - Jumat
09.00 - 16.00 WIB
office@lbhtentrem.or.id
lbh.tentrem@gmail.com